Governesia.com, SULAWESI UTARA — Langkah strategis Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dalam memperbaiki fasilitas objek-objek pariwisata dan membuka akses penerbangan langsung dari luar negeri menuju Sulawesi Utara mendapat apresiasi luas dari kalangan pengusaha muda.
Dukungan ini datang dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara, yang menilai kebijakan tersebut akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor produktif di daerah.
Ketua Umum HIPMI Minahasa periode 2022–2025, Dr. drg. Hizkia R. Sembel, M.Kes, menyatakan bahwa langkah Gubernur Sulut untuk mengembangkan sektor pariwisata merupakan kebijakan yang visioner dan sejalan dengan arah penguatan ekonomi daerah.
“Sulawesi Utara saat ini masuk lima besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan kedua tahun 2025. Namun, memperkuat sektor pariwisata adalah langkah tepat agar pertumbuhan ini tidak hanya bertumpu pada industri dan pertanian,” ujar Hizkia Sembel, Kamis (23/10/2025).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara masih didominasi oleh sektor jasa kesehatan sebesar 16,97 persen, industri pengolahan 12,76 persen, dan real estate 9,93 persen. Sementara itu, sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan pariwisata — seperti transportasi, akomodasi, kuliner, dan ekonomi kreatif — masih menunjukkan kontribusi yang relatif kecil.
“Kita tidak boleh berpuas diri dengan angka pertumbuhan saat ini. Ketika sektor baru seperti pariwisata diperkuat, maka dampaknya akan sangat luas. Langkah Gubernur untuk membuka penerbangan internasional dan memperbaiki destinasi wisata adalah strategi cerdas,” jelas Hizkia.

Ia menambahkan, kebijakan membuka rute penerbangan langsung dari Cina, Korea, dan Singapura ke Manado akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Dampak lanjutannya, kata Hizkia, akan terasa pada berbagai sektor penunjang ekonomi lokal.
“Kunjungan wisata yang meningkat akan menggerakkan industri perhotelan, transportasi, restoran, hingga usaha kecil menengah (UKM). Lapangan kerja bertambah, investasi meningkat, dan pendapatan daerah ikut terdongkrak,” tutur pengusaha muda asal Langowan ini.
Sebagai contoh, Hizkia menyinggung objek wisata Bukit Kasih Kawangkoan yang dulunya ramai dikunjungi wisatawan namun sempat terabaikan. Kini, dengan adanya perbaikan dan penataan ulang oleh pemerintah provinsi, destinasi tersebut berpotensi kembali menjadi magnet wisata utama di Minahasa.
“Dulu Bukit Kasih menyerap ratusan tenaga kerja dan menghidupkan UMKM lokal. Sekarang ketika diperbaiki kembali oleh Pak Gubernur, tentu dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat sekitar,” ucap Hizkia.
Lebih jauh, ia menilai bahwa membangun sektor pariwisata tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalan, fasilitas umum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah wisata.
“Untuk mewujudkan gagasan besar ini tidak mudah. Tapi Pak Gubernur sudah memulainya dengan langkah nyata. Kalau tidak dimulai hari ini, kapan lagi?” pungkasnya.
Dengan dukungan dari HIPMI dan dunia usaha, langkah Gubernur Sulut memperkuat sektor pariwisata diyakini akan memperluas basis ekonomi daerah serta menciptakan pertumbuhan yang inklusif bagi masyarakat Sulawesi Utara.
(REDAKSI)














